Seorang sutradara kenamaan Indonesia menyebut Roman Bumi Manusia itu soal cinta Minke dan Annelies. Adalah Hanung Bramantyo yang secara tegas mengatakannya. Tapi iya, inti cerita memang bergerak di seputar hubungan percintaan, semacam hubungan yang harmonis sekaligus tragis. Meski disanggah oleh sebagian penikmat karya Pramoedya Ananta Toer, penulis Bumi Manusia, yang menyebut anggapan itu terlalu simplistis,…
Category: Pustaka
Konsep Pribadi Unggul dalam “Bumi Manusia”
Bumi Manusia hendak mengajak pembacanya untuk mengetahui sekaligus mendalami pengetahuan mengenai manusia. Ia juga menawarkan konsep pribadi unggul yang seharusnya dimiliki oleh mereka yang mendaku diri sebagai kaum terpelajar.
Cerita Lengkap Kerja Jurnalistik ala Tempo dalam “Jurnalistik Dasar”
Tempo kembali bikin produk pustaka mengenai dirinya. Setelah dua bukunya terbit, Seandainya Saya Wartawan Tempo dan Cerita di Balik Dapur Tempo, akhir tahun lalu, perusahaan pers yang dikenal dengan cerita investigasinya ini bikin buku lagi. Lewat produk anyarnya yang berjudul Jurnalistik Dasar, Resep dari Dapur Tempo, pencetus berita yang enak dibaca dan perlu ini tidak khawatir…
“Yang Fana Adalah Waktu”, Yang Kekal Cuma Cinta Sarwono dan Pingkan
Novel pemungkas untuk Trilogi Hujan Bulan Juni itu akhirnya terbit. Judul puisi lama karangan Sapardi Djoko Damono (SDD), yang fana adalah waktu, didaulat menjadi judul novel penutup trilogi itu. Judul puisi yang termaktub dalam kumpulan sajak Perahu Kertas (1982) itu pun bukan lagi semacam satire bagi manusia yang mengaku kekal dan menyebut waktu adalah fana. Judul itu kini…
Hal Ihwal mengenai Keterasingan dalam “Pingkan Melipat Jarak”
Asumsikan kita telah membaca novel pertama dari trilogi Hujan Bulan Juni. Ada Pingkan yang baru tiba di Indonesia, sejak keputusannya menempuh studi di Jepang, dalam rangka kunjungan beberapa mahasiswa negeri Sakura ke kampus UI. Ada Katsuo, kolega yang menyimpan perasaan cinta kepada Pingkan, yang turut menemani gerombolan peserta didik itu. Sementara Sarwono, peneliti FISIP-UI, yang…
Hujan Bulan Juni dan Sepasang Kekasih yang Terjebak dalam Labirin Cinta
Sarwono adalah seorang peneliti di Prodi Antropologi FISIP-UI. Sementara Pingkan menekuni bahasa dan kebudayaan Jepang di kampus tersebut. Keduanya terlibat cinta dan kasih sayang yang intens. Orang tua Sarwono dan Pingkan merestui hubungan mereka. Tapi, jika cuma tema besar ini yang muncul, cerita pasti sudah rampung, dan tentu saja, berakhir bahagia, nyaris tanpa konflik yang…
“O” Eka Kurniawan: Tentang Hidup dan Cerita Cinta yang Tragis
Sabar jadi kata kunci saat menikmati narasi “O” karangan Eka Kurniawan. Sebab pembaca yang sabar takkan kesasar. Setidaknya terhindar dari kemungkinan tersesat saat menapaki alur cerita yang penuh percabangan. “O” bukan novel biasa yang hanya punya alur utama cerita dan alur tambahan yang kadang berakhir menggantung. Meskipun blurb di sampul belakang buku hanya tertulis tentang…
Berlagak Jadi Calon Reporter di “Seandainya Saya Wartawan Tempo”
Buku ini bikin kita berkhayal seolah tengah menghadapi tugas perdana sebagai calon reporter TEMPO. Bayangkan Anda adalah seorang calon reporter yang diminta mencari dan menuliskan berita tentang apa saja yang Anda temukan di luar kantor. Beberapa saat setelah menerima tugas dari redaktur, Anda menemukan suatu kejadian dan menurut Anda layak untuk dijadikan berita. Pada momen…
“Kalimat Jurnalistik” Menguak Cara Redaksi Kompas Menyusun Kalimat Berita
Berterimakasihlah kepada para jurnalis atas sajian beritanya yang bermutu kepada khalayak. Bermutu karena berita yang ditampilkan merupakan deskripsi atau hasil konstruksi atas suatu keadaan atau kejadian tanpa terselip opini atau pendapat pribadi penulisnya. Bermutu karena isi berita mengangkat persoalan yang berkembang di masyarakat dan bertujuan untuk memanusiakan manusia (hal. xi). Hormatilah mereka, para jurnalis, yang…
Derita Kehilangan dan Ketidakpastian di “Laut Bercerita”
Novel Laut Bercerita jauh dari hal ihwal seputar laut dan aneka biotanya. Ia kisah seorang aktivis ’98 bernama Biru Laut Wibisana yang mengalami kehilangan sekaligus penghilangan paksa–suatu kondisi yang kemudian menyiksa orang-orang dekatnya karena mengalami ketidakpastian.