Kritikus film pertama peraih Pulitzer, Roger Ebert, pernah mewanti-wanti pelaku sinema agar menyelipkan teladan pada tiap karyanya. Produk sinematik bukan melulu diciptakan untuk memenuhi selera pasar. Misi edukasi harus terus lestari dan terpatri di benak para pekerja industri film.
Tag: Roger Ebert
Roger Ebert, Menyelipkan Teladan pada Sinema
Roger Ebert, Si Kritikus Film Pecinta Sinema Ia membangun narasi dengan jujur. Film apik pasti menuai pujian dan tentu saja nyaris dapat empat bintang. Film buruk, siap-siap dapat tomat busuk dan pasti “nyaris” dapat bintang. Tapi tenang, ia tipe orang jenaka. Mustahil ia menghina sebuah karya sinema. Kritiknya dipoles dalam ungkap canda.
Roger Ebert, Si Kritikus Ulung Pencinta Sinema
Ia larut dalam lamunan: seperti ada yang salah pada profesinya. Orang lain tampak hidup normal. Bangun pagi, mulai kerja saat hari terang, bercengkerama dengan kolega, bersiap pulang kala senja, tidur di waktu langit gelap. Tapi pria ini cuma punya satu kesamaan dengan “orang normal” itu. Sama-sama bangun pagi. Sisanya, jauh dari gaya hidup orang kebanyakan.